
Penggunaan solar water heater semakin populer di Indonesia. Banyak rumah tangga mulai beralih karena ingin menghemat listrik dan memanfaatkan energi matahari yang melimpah. Namun, seperti perangkat lainnya, sistem ini tetap bisa mengalami gangguan.
Memahami masalah yang sering terjadi pada solar water heater sangat penting agar Anda tidak panik ketika air panas tiba-tiba tidak berfungsi. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda bisa mengetahui apakah kerusakan tersebut ringan dan dapat ditangani sendiri, atau memerlukan bantuan teknisi profesional.
Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai kendala umum pada solar water heater, penyebabnya, serta solusi praktis yang bisa Anda lakukan.
Mengapa Solar Water Heater Bisa Bermasalah?
Solar water heater bekerja dengan prinsip sederhana: panel kolektor menyerap panas matahari, lalu panas tersebut digunakan untuk memanaskan air yang tersimpan di dalam tangki. Sistem ini bisa berupa sistem aktif (menggunakan pompa) atau sistem pasif (mengandalkan gravitasi).
Walaupun terlihat sederhana, sistem ini terdiri dari beberapa komponen penting seperti:
- Panel kolektor
- Tangki penyimpanan
- Pipa distribusi
- Katup pengaman
- Pompa sirkulasi (pada sistem aktif)
- Elemen pemanas cadangan (backup heater)
Setiap komponen memiliki potensi mengalami gangguan. Jika satu bagian bermasalah, kinerja keseluruhan sistem bisa terganggu.
1. Air Tidak Panas atau Kurang Panas
Ini adalah keluhan paling umum.
Anda membuka keran, berharap air hangat mengalir, tetapi yang keluar justru air dingin atau hanya sedikit hangat.
Penyebab yang Mungkin Terjadi
Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab antara lain:
- Cuaca mendung berkepanjangan
- Panel kolektor kotor atau tertutup debu
- Sirkulasi air tidak lancar
- Backup heater tidak berfungsi
- Kapasitas tangki terlalu kecil dibanding kebutuhan
Jika cuaca memang tidak mendukung, hal ini tergolong normal. Namun jika matahari cukup terik dan air tetap tidak panas, kemungkinan ada gangguan teknis.
Solusi yang Bisa Anda Lakukan
Periksa kondisi panel di atap. Pastikan tidak tertutup kotoran, daun, atau debu tebal. Pembersihan rutin minimal setiap 3–6 bulan sangat disarankan.
Jika menggunakan sistem dengan pompa, cek apakah pompa berfungsi dengan baik. Suara pompa biasanya terdengar saat sistem aktif.
Bila perlu, aktifkan pemanas cadangan untuk memastikan masalah bukan berasal dari elemen listrik.
2. Kebocoran pada Tangki atau Pipa
Masalah yang sering terjadi pada solar water heater berikutnya adalah kebocoran.
Kebocoran bisa terjadi pada:
- Sambungan pipa
- Katup pengaman
- Tangki penyimpanan
- Panel kolektor
Tanda-Tanda Kebocoran
- Tagihan air meningkat tanpa sebab jelas
- Tetesan air di sekitar unit
- Tekanan air melemah
- Muncul noda air di plafon rumah
Kebocoran kecil sering kali tidak langsung terlihat. Namun jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah.
Penyebab Umum
- Korosi akibat usia pemakaian
- Tekanan air terlalu tinggi
- Pemasangan kurang presisi
- Material berkualitas rendah
Tangki berbahan baja biasa tanpa lapisan anti karat cenderung lebih cepat mengalami kebocoran dibanding tangki stainless steel.
Cara Mengatasinya
Segera matikan suplai air jika ditemukan kebocoran. Untuk sambungan pipa, biasanya cukup mengganti seal atau karet pengaman.
Jika tangki yang bocor, perbaikan sering kali tidak efektif. Penggantian unit biasanya menjadi solusi terbaik.
3. Tekanan Air Terlalu Rendah
Air panas keluar dengan tekanan lemah bisa sangat mengganggu, terutama saat mandi.
Masalah ini sering kali bukan berasal dari panel, melainkan dari sistem distribusi air.
Penyebab yang Sering Terjadi
- Endapan kerak dalam pipa
- Tangki tidak terisi penuh
- Posisi tangki terlalu rendah
- Katup tekanan rusak
Pada sistem pasif, ketinggian tangki sangat menentukan tekanan air. Jika posisi tangki tidak cukup tinggi dari titik penggunaan, tekanan akan terasa lemah.
Solusi
Lakukan flushing atau pembersihan pipa secara berkala untuk menghindari penumpukan kerak.
Pastikan pelampung dan katup masuk berfungsi dengan baik agar tangki selalu terisi optimal.
Jika perlu, pertimbangkan pemasangan pompa tambahan untuk meningkatkan tekanan.
4. Panel Kolektor Retak atau Pecah
Panel kolektor biasanya menggunakan kaca tempered. Walaupun kuat, tetap ada risiko retak akibat benturan keras atau perubahan suhu ekstrem.
Retakan kecil bisa menyebabkan efisiensi penyerapan panas menurun.
Dampak yang Bisa Terjadi
- Air tidak mencapai suhu maksimal
- Air merembes ke dalam panel
- Kerusakan menyebar ke bagian dalam kolektor
Jika dibiarkan, biaya perbaikan bisa lebih mahal.
Langkah Penanganan
Periksa panel secara visual setidaknya dua kali setahun.
Jika ditemukan retakan, segera hubungi teknisi resmi. Mengganti kaca panel lebih aman daripada mencoba memperbaikinya sendiri.
5. Overheating atau Air Terlalu Panas
Sebaliknya dari masalah pertama, kadang air justru terlalu panas.
Hal ini biasanya terjadi saat:
- Cuaca sangat terik
- Pemakaian air rendah
- Sistem tidak memiliki pengatur suhu otomatis
Air yang terlalu panas bisa berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Cara Mengatasinya
Gunakan thermostatic mixing valve untuk mengatur suhu campuran air panas dan dingin.
Jika rumah sering kosong dalam waktu lama, pertimbangkan menutup sebagian panel untuk mengurangi penyerapan panas berlebih.
6. Timbul Kerak dan Endapan
Air dengan kandungan mineral tinggi bisa menyebabkan penumpukan kerak pada tangki dan pipa.
Masalah ini sering tidak disadari hingga performa menurun.
Dampak Kerak pada Sistem
- Efisiensi pemanasan menurun
- Aliran air tersumbat
- Tangki cepat rusak
- Elemen pemanas cadangan terbakar
Kerak bekerja seperti isolator yang menghambat perpindahan panas.
Solusi Pencegahan
- Lakukan flushing tangki minimal setahun sekali.
- Gunakan filter air jika sumber air mengandung mineral tinggi.
- Perawatan rutin jauh lebih murah dibanding penggantian unit.
7. Katup Pengaman Sering Menetes
Katup pengaman atau pressure relief valve berfungsi menjaga tekanan tetap aman.
Jika katup sering menetes, banyak orang mengira itu kerusakan. Padahal tidak selalu demikian.
Penyebab Umum
- Tekanan air terlalu tinggi
- Suhu terlalu panas
- Katup sudah aus
Jika tetesan hanya terjadi sesekali saat suhu tinggi, itu normal.
Namun jika terus-menerus menetes, kemungkinan katup perlu diganti.
8. Pompa Sirkulasi Tidak Berfungsi
Pada sistem aktif, pompa sangat vital.
Jika pompa mati, air tidak bersirkulasi dan pemanasan menjadi tidak optimal.
Tanda Pompa Bermasalah
- Tidak ada suara pompa
- Air tidak panas meski matahari terik
- Indikator kontrol mati
Solusi
Periksa suplai listrik dan sekering.
Jika pompa rusak, sebaiknya diganti oleh teknisi berpengalaman untuk menghindari kesalahan instalasi.
9. Backup Heater Tidak Menyala
Sebagian besar solar water heater modern dilengkapi pemanas listrik cadangan.
Jika fitur ini tidak berfungsi, Anda akan kesulitan saat musim hujan.
Penyebab Umum
- Elemen pemanas terbakar
- Thermostat rusak
- Sambungan listrik bermasalah
Periksa panel listrik rumah dan pastikan MCB tidak turun.
Jika elemen rusak, penggantian biasanya cukup sederhana.
10. Instalasi Awal yang Kurang Tepat
Banyak masalah yang sering terjadi pada solar water heater sebenarnya berasal dari kesalahan instalasi sejak awal.
Contohnya:
- Kemiringan panel tidak optimal
- Pipa terlalu panjang
- Isolasi pipa kurang baik
- Tangki tidak ditempatkan di posisi ideal
Instalasi yang kurang presisi membuat sistem tidak bekerja maksimal sejak hari pertama.
Karena itu, sangat penting memilih penyedia jasa instalasi yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik.
Pentingnya Perawatan Rutin
Solar water heater bukan perangkat yang bisa dipasang lalu dilupakan.
Walaupun relatif minim perawatan, pengecekan berkala tetap diperlukan.
Jadwal Perawatan yang Disarankan
- Pembersihan panel setiap 3–6 bulan
- Flushing tangki setahun sekali
- Pemeriksaan katup dan sambungan setiap 6 bulan
- Servis menyeluruh setiap 1–2 tahun
Perawatan sederhana ini dapat memperpanjang usia pakai hingga lebih dari 15 tahun.
Kapan Harus Menghubungi Teknisi?
Anda bisa melakukan pemeriksaan ringan sendiri.
Namun segera hubungi teknisi jika:
- Terjadi kebocoran besar
- Panel retak
- Tangki berkarat parah
- Pompa tidak berfungsi
- Air berbau atau berubah warna
Penanganan yang salah justru bisa memperparah kerusakan.
Tips Agar Solar Water Heater Lebih Awet
- Gunakan air dengan kualitas baik
- Pasang filter jika perlu
- Lakukan servis berkala
- Hindari penggunaan berlebihan di luar kapasitas
- Pilih produk berkualitas sejak awal
Investasi awal yang sedikit lebih mahal sering kali menghemat biaya jangka panjang.
Kesimpulan
Masalah yang sering terjadi pada solar water heater umumnya berkaitan dengan perawatan, kualitas instalasi, dan usia pemakaian.
Gangguan seperti air tidak panas, kebocoran, tekanan lemah, hingga kerak mineral sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan rutin dan pemilihan produk yang tepat.
Jika Anda memahami cara kerja sistem dan mengenali tanda-tanda kerusakan sejak dini, Anda dapat menghindari biaya perbaikan besar di kemudian hari.
Solar water heater tetap menjadi solusi hemat energi yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan perawatan yang benar, sistem ini dapat berfungsi optimal selama bertahun-tahun tanpa kendala berarti.
Kini Anda sudah mengetahui berbagai masalah umum yang mungkin terjadi. Langkah berikutnya adalah memastikan sistem di rumah Anda dalam kondisi terbaik setiap saat.
Jika Anda kesulitan untuk menangani masalah tersebut, Anda bisa gunakan jasa Kami untuk perbaikan, pergantian spareparts, perawatan rutin dan beli solar water heater baru dengan merek Solahart dan Handal. Hubungi Kami di: TLP/SMS/WA: 0813-8617-9609 atau klik tombol chat WA yang tersedia.



